• Untuk membentuk siswa Sekolah Dasar menjadi manusia dewasa yang berkualitas dan beradab tentunya harus dibekali dengan sikap yang baik, berbudi pekerti luhur, berpengetahuan yang luas, memiliki karakter yang unggul, bertaqwa, serta memiliki sejumlah keterampilan yang memadai.
  • Apa yang dimaksud dengan guru (teacher)? Secara umum, Pengertian guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik.
  • Menjadi seorang guru bukan lah hal yang mudah. Ya jelas terlihat dari namanya yaitu guru digugu dan ditiru. Untuk itu menjadi seorang guru adalah suatu pilihan yang mulia. Banyak dari kalangan masyarakat kita yang memandang guru sebagai sosok yang dapat dikatakan ahli dalam hal akademik. Namun, hal tersebut belum tentu terbukti sepenuhnya.
  • saya membuat aplikasi ini menggunakan Eclipse dalam hal ini bisa juga menggunakan Android Studio tapi mungkin ada beberapa hal yang berbeda silahkan di kembangkan...
  • penting memberi pengetahuan mengenai pemilu sejak dini agar generasi kedepan tidak acuh untuk memilih pemimpinnya, dan juga agar anak juga memahami proses pemilu dan pentingnya pemilu untuk masa depan yang lebih baik.
Showing posts with label Download Materi. Show all posts
Showing posts with label Download Materi. Show all posts

Artikel Ilmiah Populer : Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar


Artikel Ilmiah Populer Disusun Oleh: Elis Nurhayati, S.Pd, M.Pd

Pendahuluan

Untuk membentuk siswa Sekolah Dasar menjadi manusia dewasa yang berkualitas dan beradab tentunya harus dibekali dengan sikap yang baik, berbudi pekerti luhur, berpengetahuan yang luas, memiliki karakter yang unggul, bertaqwa, serta memiliki sejumlah keterampilan yang memadai.

Untuk membentuk seorang siswa menjadi manusia di atas, ternyata tidak mudah.  Oleh karena siswa SD minimal harus dibekali kompetensi lulusannya dengan mampu membaca, menulis, dan berhitung. Namun ternyata tidak mudah. Ada sepuluh alasan mengapa minat baca menurun di Indonesia.


Pertama, masih rendahnya kemahiran membaca siswa di sekolah. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24,8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). 

Kedua, sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa SD harus membaca buku (lebih banyak lebih baik), mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan.

Ketiga, banyaknya jenis hiburan, permainan  dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku. tetapi sebagian besar hanya bermain. Mereka seperti tersihir dan tentunya sangat berpengaruh pada pikiran dan emosi anak-anak.  Dampaknya  siswa sekarang malas membaca buku. Anak-anak sekarang lebih senang chatting sama teman-temannya melalui WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya. Hal ini karena mendapatkan smartphone atau gadget lebih mudah dan murah seperti membeli kacang goreng saja.

Keempat, banyaknya tempat hiburan yang menghabiskan waktu seperti taman rekreasi, mall, supermarket, play station.  Sehingga kesempatan membaca masih merupakan sesuatu yang eksklusif.

Kelima, budaya baca memang tidak pernah ada dan belum pernah diwariskan nenek moyang kita atau leluhur kita. Karena di masa penjajahan Belanda kita memang sengaja dibuat bodoh, buta aksara, dan buta informasi.

Keenam, para ibu senantiasa disibukkan berbagai kegiatan upacara-upacara keagamaan serta membantu mencari tambahan nafkah untuk keluarga, nonton sinetron/telenovela sehingga tiap hari waktu luang sangat minim bahkan hampir tidak ada untuk membantu anak membaca buku. 

Ketujuh, sarana untuk memperoleh materi dana bahan bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan, masih merupakan barang aneh dan langka. 
Kedelapan, harga buku yang relatif masih mahal yang tidak sebanding dengan daya beli masyarakat. maka sedikit sekali masyarakat yang memiliki koleksi buku di rumahnya. 

Kesembilan, kendatipun Taman Bacaan Masyarakat terus bertambah hampir 1720 buah yang tersebar hampir di seluruh Indonesia (Sumber: http://donasibuku.kemdikbud.go.id/tbm diakses 5 Oktober 2017), namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang ada, jelas belum memadai.  

Kesepuluh, minimnya koleksi buku diperpustakaan serta kondisi perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca pengunjung yang memanfaatkan jasa perpustakaan. 



Berdasarkan sepuluh alasan itulah, baik langsung ataupun tidak langsung berakibat pada penurunan budaya membaca anak-anak.  Membaca tidak lagi menarik buat anak-anak sekarang, mereka jadi malas membaca buku, yang pada gilirannya prestasi belajar anak-anak menjadi menurun drastis.  Keadaan ini tentu saja tidak bisa dibiarkan terus menerus seperti ini, tetapi harus secepatnya ditanggulangi.  Penulis sebagai guru di Sekolah Dasar merasa prihatin dan tertantang untuk melakukan upaya bagaimana menumbukan kembali budaya baca di Sekolah Dasar khususnya di tempat penulis bertugas yaitu di SD Negeri Pondok Kacang Barat 03 Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.   Penulis mencoba untuk mencermati, mengobservasi, dan mencari alternatif yang tepat untuk mengatasi permasalahan di atas. Salah satu laternatif pemecahannya adalah siswa harus diberitahu dahulu mengapa membaca itu penting dan berguna bagi kehidupa manusia dan sebaginya, kemudian mereka diajak lebih memahami manfaat dan pentingnya kegiatan membaca, jika siswa sudah mulai memahami apa tujuan dan manfaat dari membaca, tahap berikutnya adalah  pembiasaan membaca.  Dengan metode pemberian pengetahuan, bagaimana memahamkan membaca yang baik dan benar, kemudian kita kenalkan  pembiasaan membaca buku di kalangan siswa SD. Dengan metode inilah penulis berharap dapat menumbuhkan budaya baca pada siswa-siswa di SD Negeri Pondok Kacang Barat 03 Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Artikel telah di posting di Web : 
Artikel lengkap bisa di download di : Download Artikel Ilmiah Populer Elis Nurhayati

Semoga bermanfaat ... 😁



Download Contoh Materi Perangkat Pembelajaran Sekolah Dasar


Sebagai guru sebelum mengajar harus membuat perencanaan, materi apa yang akan di ajarkan, kapan waktunya, mata pelajaran apa yang akan diberikan, menentukan tujuan, membuat indikator, menentukan metode, media pemebelajaran, melakukan penilaian, membuat instrumen penilaian, dan melakukan analisis hasil penilaian.

berikut contoh materi perangkat pembelajaran yang terdiri dari :
  • Silabus
  • RPP
  • Bahan Ajar
  • Penilaian
  • Analisis Hasil Penilaian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.

RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.

Bahan Ajar merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Sebagaimana Mulyasa (2006: 96) mengemukakan bahwa bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber ajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran.

Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik dan tidak bias. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Analisis Hasil Penilaian memerlukan pemahaman pendidik terkait standar penilaian yang sesuai SKL, KD, Indikator pencapaian kompetensi maupun materi pembelajaran.

Silahkan download contoh materi perangkat pembelajaran dibawah ini :
Jika bingung cara mendownload silahkan ikuti tutorial berikut  : Cara Download Materi
Semoga bermanfaat ... 😊





Download Contoh JURNAL KEGIATAN PESERTA DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH dan Jadwal RTL


Bapak/ibu calon kepala sekolah langsung saja di download contoh Jurnal dan Jadwal RTL



Jika bingung cara mendownload silahkan ikuti tutorial berikut  : Cara Download Materi

Semoga bermanfaat ...